Dunia makin kejam, itu yang kupikir sekarang. Terutama saat ini di TV, ,seorang ibu meracuni diri sendiri serta anaknya. Bunuh diri aja sudah bikin kita miris dengarnya, apalagi juga membunuh!!!
Mungkin juga, sang ibu memikirkan bagaimana jika anak-anaknya ditinggal olehnya, karena itu dia nekat membunuh anaknya juga.
Yang paling bikin geleng-geleng kepala, waktu dengar alasannya. Diduga ibu itu bunuh diri karena tekanan ekonomi akibat pisah ranjang dengan suaminya. Waktu suaminya ditanya kenapa pisah ranjang, suaminya menjawab karena istrinya selingkuh.
Tampaknya sudah cukup dengan cuplikan berita di atas. Kalau sudah begini, siapa yang salah? Menurut pendapat pribadi saya, suami yang benar (red: artinya istri yang salah). Dengan bunuh diri aja, sudah salah. Apalagi waktu sebelumnya selingkuh.
Rupanya, perbuatan buruk itu ada akibatnya. Di antaranya ya stress dengan melakukan itu walaupun fisik (mungkin) tidak apa-apa bahkan menyenangkan. Jadi ingat, dulu di SMA (SMAN 5 Bandung) ada guru yang berkata begini (bu Naning, guru bahasa Indonesia), "Jangan nyontek! Karena mencontek itu membuat sulit diri sendiri. Kalau tidak nyontek, lebih sulit lagi."
Sampai kalimat ini, aku hanya bisa melongo, yang benar itu nyontek atau mencontek sih? Kalau kata dasarnya, sontek atau contek? Kalau sontek kan berarti yang benar jangan menyontek. Sedangkan, jika contek berarti yang benar jangan mencontek?!?
Loading
Sunday, August 5, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment